Luncurkan Inovasi "GAMAN SAKTI", UPT Puskesmas Bakung Komitmen Tingkatkan Pelayanan Kesehatan
Daerah | 07-Aug-2024 07:58 WIB | Dilihat : 111 Kali

BLITAR || GIRIPOS.COM - Dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, UPT Puskesmas Bakung meluncurkan inovasi terbaru bernama "GAMAN SAKTI" (Keluarga Mandiri dengan Sarana Asuhan Keperawatan Terintegrasi). Inovasi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pelayanan kesehatan di wilayah tersebut.
Kepala UPT Puskesmas Bakung, Sudarsono, S.Kep. Ns. M.Kes mengatakan “Harta yang paling berharga adalah keluarga, namun kita dihadapkan pada masalah-masalah kesehatan dalam keluarga baik itu permasalahan kesehatan pada ibu hamil, balita gizi kurang, penyakit menular, penyakit tidak menular, dan tingginya angka penyakit kronis degeneratif pada lansia seperti hipertensi dan diabetes melitus".
Menurutnya, tingkat keparahan penyakit sangat dipengaruhi oleh kemampuan keluarga mengontrol dan merawat anggota keluarga yang sakit.
"Dalam menghadapi permasalahan kesehatan, keluarga akan selalu saling berkaitan, apabila salah satu anggota keluarga mempunyai masalah kesehatan maka akan berpengaruh terhadap anggota keluarga lainnya", ujar Sudarsono.
Oleh karena itu, kata Sudarsono, melalui Inovasi GAMAN SAKTI (Keluarga Mandiri Dengan Sarana Asuhan Keperawatan Terintegrasi).
"Dengan koordinator pelayanan Puskesmas, Candra Pratiwi, S.Kep. Ns. bersama TIM SAKTI yang terdiri dari perawat Darbin yang terintegrasi dengan Tim Terpadu Puskesmas, baik dari Dokter, Bidan, Kesling, Kesmas, Gizi," imbuhnya.
Selain itu, kata Sudarsono bahwa puskesmas Bakung terus berupaya memberikan kemudahan akses kesehatan keluarga dengan memanfaatkan platform online melalui link https://linktr.ee/gamansakti yang dapat digunakan oleh seluruh masyarakat kecamatan bakung.
Disampaikan Sudarsono bahwa fokus utama kegiatan GAMAN SAKTI adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keperawatan, membimbing dan mendidik keluarga untuk menanamkan pengertian, kebiasaan dan perilaku hidup sehat sehingga mampu memelihara, meningkatkan derajat kesehatannya dan tercapai kemandirian keluarga.
Sebagai informasi adapun fokus dari inovasi GAMAN SAKTI melalui beberapa kegiatan seperti:
1. TELL US (Telekonsultasi Untuk Semua) Telekonsultasi melalui whatsapp untuk dapat diakses seluruh pelanggan/ masyarakat Kecamatan Bakung.
2. JEBOL PINTU (Jemput Bola dari Pintu ke Pintu) Tim sakti melakukan kunjungan rumah untuk intervensi lanjut keluarga sehat sekaligus follow up laporan temuan kasus oleh masyarakat.
3. SEKRING KERIS (Pemeriksaan dan Skrining Kesehatan Keluarga Beresiko) Tim Sakti melakukan pemeriksaan dan skrining kesehatan pada keluarga berisiko sasaran PIS PK ataupun lansia, berintegrasi dengan lintas sektor dan dukungan kader kesehatan serta akademisi.
4. E-ASKEP register asuhan keperawatan keluarga Upaya perbaikan mutu pelayanan juga melalui kemudahan pelaporan petugas, awalnya berupa tulis tangan membuat laporan asuhan keperawatan membutuhkan waktu lama dan effort yang lebih diantara kesibukan petugas, dengan memanfaatkan teknologi petugas dimudahkan dalam pelaporan sehingga meringankan beban kerja petugas dan meningkatkan percepatan pelayanan.
Lebih lanjut dikatakan Sudarsono, dengan terintegrasinya asuhan keperawatan kedalam upaya kesehatan wajib maupun pengembangan, diharapkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat lebih bermutu karena diberikan secara utuh (holistik), komprehensif, terpadu, dan berkesinambungan.
Menurutnya, hasil dari kegiatan GAMAN SAKTI seperti yang dijelaskan adanya perubahan yang sangat signifikan seperti:
a. Kenaikan angka IKS PIS PK 2023
b. Keluarga yang dibina dan telah Mandiri/ memenuhi kebutuhan kesehatan
c. 11 desa telah dilakukan intervensi asuhan keperawatan keluarga terintegrasi dengan lintas program dan lintas sektor
d. Pengaduan dari masyarakat terkait masalah kesehatan sudah dilakukan home Care dan intervensi oleh TIM SAKTI.
"Saya berharap semoga dengan GAMAN SAKTI, Puskesmas Bakung dapat meningkatkan pelayanan publik dan keluarga binaan mendapatkan pelayanan kesehatan dari tenaga kesehatan professional sehingga tercapai kemandirian keluarga dalam hal promotif preventif secara aktif," pungkas Sudarsono.
Related Articles


TOPIK TERPOPULER
BERITA POPULER
