Meriah! Begini Jalannya Tradisi Larungan Kepala Kerbau di Jepara

Daerah | 19-Apr-2024 03:05 WIB | Dilihat : 29 Kali

Wartawan : redaksi
Editor : redaksi
Meriah! Begini Jalannya Tradisi Larungan Kepala Kerbau di Jepara

 JEPARA || Bratapos.com – Seperti pada tahun tahun sebelumnya Pekan Syawalan di Jepara ditandai dengan tradisi larungan sesaji berupa kepala kerbau dan 25 ubarampe-nya. Tradisi itu digelar di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ujungbatu, Rabu (17/04/2024).

AcaraLomban Jepara ini telah menjadi Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia sejak tahun 2020 bersama Perang Obor Tegalsambi dan Jumbul Tulakan.

Prosesi larungan dimulai dengan acara seremonial yang berlangsung di TPI Ujungbatu. Tampil sebagai pembuka, tari Sernimi oleh anak nelayan yang diiringi Muaraja Percusion.

Dalam sambutannya, Pj. Bupati Edy Supriyanta menyatakan bahwa Pesta Lomban adalah event budaya yang diwariskan oleh leluhur sebagai bentuk rasa syukur masyarakat Jepara khususnya Nelayan terhadap limpahan rezeki yang dikaruniakan oleh Tuhan. “Karena itu harus terus dilaksanakan dan di lestarikan,” ujar Edy Supriyanta

Sedangkan Ketua Himpunan Nelayan seluruh Indonesia, Sudiyatno, mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang sudah memperhatikan tradisi nelayan Jepara dan bahkan kemudian mengembangkannya. Sudiyatno juga meminta agar muara sungai Kali Wiso yang telah dangkal dikeruk. Juga muara sungai lainnya

“Sebab muara sungai yang dangkal sangat mengganggu aktivitas nelayan yang menggunakan akses tersebut, ” tuturnya

Lantunan doa, pelarungan sesaji dimulai dengan mengangkat sesaji kepala kerbau yang diletakkan di dalam miniatur perahu ukuran 4 m x 90 cm diiringi dengan gending Kebogiro.

Nampak sembilan nelayan mengangkat sesaji tersebut menuju perahu yang akan membawa sesaji itu ke kawasan perairan Pulau Bokor untuk dilarung. Miniatur perahu dibuat oleh Agus Mardiko.

Di belakang sesaji nampak Pj. Bupati bersama Forkopinda Jepara dan para tamu undangan yang akan ikut melarung.

Sementara ratusan perahu yang dipenuhi penumpang nampak hilir mudik di seputaran perairan Ujungbatu atau tempat Pelelangan ikan (TPI) yang dulu dikenal sebagai teluk Jepara. (Arifin)

Related Articles