Petani Menangis Sawahnya Rusak Terendam Banjir 3 Hari, Ternyata Ini Penyebabnya
Daerah | 24-Mar-2024 05:02 WIB | Dilihat : 31 Kali

Probolinggo//Bratapos.com, Tingginya intensitas hujan beberapa hari yang lalu berakibat terendamnya areal pertanian padi seluas hampir 4 hektar lebih di desa Asembakor kecamatan Kraksaan selama kurang lebih 3 hari.
H. Hamsun kepala desa setempat mengeluhkan kurang lancarnya saluran air sehingga berakibat air menggenang dan menumpuk di sebelah utara areal sawah di bagian tanah yang rendah.
"Memang sejak ada 2 bangunan yang berdiri di area ini sering meluap airnya, sehingga beberapa petani yang merasa dirugikan sempat meminta ke saya agar meminta ganti rugi kepada pemilik bangunan ini", ungkapnya.
Sungsung pemilik bangunan UD Surya Kencana yang berada di sebelah timur menyampaikan akan membantu jika memang diperlukan, namun pihaknya tidak mau dipersalahkan begitu saja karena memang aliran air adalah menuju ke barat dan pihaknya pun sudah membantu dengan adanya alat pendorong pada saluran air yang berada didepan bangunannya. Sabtu, 23/03/2024
"Masalahnya ini kan airnya tergenang karena curah hujan yang sangat tinggi, air mengalir dari timur ke barat melalui saluran didepan, kami sudah membantu mengurangi yang genangan sebelah timur dengan menggunakan satu pendorong air ke sebelah barat, rencana kami pasang dua, lah ini dipasang satu sudah kayak gitu, sedangkan di sebelah barat ini terdapat juga bangunan milik Sunyoto, hal ini sudah kami koordinasikan dengan baik bersama bapak kepala desa", ungkapnya.
Widodo dari Satuan Polisi Pamong Praja yang bertugas di wilayah tersebut usai genangan air surut mendatangkan excavator untuk melakukan revitalisasi saluran air didepan bangunan pondasi milik Sunyoto dan menyampaikan pula dugaan yang menjadi penyebab saluran airnya tidak lancar, setelah terlihat dasar dari saluran tersebut.
"Ini ada pondasi saluran air sepertinya dibangun oleh provinsi, tapi kurang lebar, malah menghalangi lancarnya jalannya air, namun kami tidak berani membongkarnya karena ini ada RABnya", ungkapnya.
"Di pintu masuk sebelah utara ini juga terdapat belukar dan ilalang yang tumbuh, ini menjadi tanggung jawab pemilik lahan yang tengah supaya dibersihkan sehingga aliran bisa lebih lancar lagi", jelasnya sambil memeriksa saluran air yang telah di revitalisasi.
Jika dilihat memang terdapat saluran drainase yang diduga dibangun oleh pihak provinsi, sayangnya saluran tersebut kurang lebar, bukannya semakin lancar airnya tetapi menjadi penghalang lancarnya air saat debit meningkat.
Reporter: Wahyu
Editor Publisher: Shelor/rf
Related Articles


TOPIK TERPOPULER
BERITA POPULER
