Terobosan BPJS Kesehatan, Hadirkan Layanan "BPJS Online" Sampai di Pelosok Desa

Daerah | 26-Jun-2024 02:14 WIB | Dilihat : 105 Kali

Wartawan : redaksi
Editor : redaksi
Terobosan BPJS Kesehatan, Hadirkan Layanan "BPJS Online" Sampai di Pelosok Desa
BANYUWANGI || Bratapos.com – Untuk lebih memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan kepesertaan, informasi dan pengaduan seputar Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). BPJS Kesehatan Cabang Banyuwangi bersama Kepala Desa (Kades) Karangdoro menandatangani Perjanjian Kerjasama terkait dengan Layanan BPJS Online. Penandatanganan Perjanjian Kerjasama tersebut, bertempat di Pendopo Kantor Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi, pada Kamis (13/06/2024) pekan lalu. Kepala BPJS Kesehatan Cabang Banyuwangi, Titus Sri Hardianto, menjelaskan bahwa saat ini BPJS Kesehatan membuka akses layanan administrasi, informasi serta pengaduan seluas-luasnya bagi seluruh masyarakat melalui berbagai platform, salah satunya dengan mengakses BPJS Online. Menurutnya, melalui terobosan baru ini kami bisa semakin dekat dan semakin memudahkan masyarakat dalam melakukan pengurusan administrasi BPJS Kesehatan. “Kami hadirkan layanan BPJS Online ini, untuk lebih mendorong dan meningkatkan cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan di Kabupaten Banyuwangi," ungkap Titus, dihadapan sejumlah awak media, pada Selasa (25/06/2024). Lebih lanjut, Titus memaparkan bahwa secara garis besar pendaftaran BPJS Kesehatan terbagi menjadi 2 yaitu secara online dan secara offline atau tatap muka. Untuk pendaftaran online, bisa melalui aplikasi Mobile JKN dan Chat WhatsApp Pandawa dengan menghubungi nomor layanan 08118165165. Sedangkan untuk pendaftaran Offline atau pelayanan tatap muka, bisa langsung datang di Kantor BPJS Kesehatan, bisa juga lewat layanan BPJS keliling, serta bisa juga datang di Mall Pelayanan Publik (MPP) Banyuwangi. "Mengingat jumlah desa di Kabupaten Banyuwangi ada ratusan, karena itu kami mengembangkan pelayanan melalui BPJS Online. Intinya mendekatkan layanan kepada masyarakat,” jelasnya. Selain itu, kegiatan ini juga dirangkai dengan sosialisasi Program JKN yang dihadiri oleh para Kader PKK, Kader Posyandu, Staf Perangkat Desa dan sejumlah anggota Muslimat setempat. Pada kesempatan tersebut, Titus juga menyampaikan harapannya kepada masyarakat agar bisa memanfaatkan layanan-layanan BPJS Online dengan sebaik-baiknya. “Dengan adanya BPJS Online, pengurusan BPJS Kesehatan tidak harus lagi datang ke Kantor BPJS Kesehatan Banyuwangi, cukup dengan mengakses BPJS Online dari kantor Desa Karangdoro sudah bisa," paparnya. "Kami berharap, semoga dengan hadirnya BPJS Online ini bisa memberikan manfaat kepada masyarakat luas. Sehingga derajat kesehatan masyarakat Desa Karangdoro bisa lebih meningkat, usia harapan hidup semakin panjang, dan bisa lebih produktif lagi," tutup Titus. Sementara Kepala Desa (Kades) Karangdoro, Sunaryo menuturkan, bahwa dengan dibukanya layanan BPJS Online ini sebagai bentuk layanan prima yang diberikan kepada warganya, juga warga desa-desa disekitarnya. Pihaknya siap mendukung pelaksanaan BPJS Online, dengan menyediakan perangkat untuk menghubungkan ke petugas BPJS Kesehatan secara realtime melalui Aplikasi Zoom. “Semoga kerja sama ini akan memudahkan dan memberikan kesadaran kepada masyarakat dalam perlindungan kesehatan. Karena dari pengalaman saya selama ini, saat masyarakat diarahkan mengikuti BPJS Kesehatan alasannya jauh dan berbagai alasan lainnya," kata Sunaryo, Kades Karangdoro. Dengan dibukanya pendaftaran BPJS Online dari desa, masyarakat menyambut dengan antusias. Bahkan masyarakat dari luar Desa Karangdoro pun turut serta, seperti dari Desa Sumber Urip, Pesanggaran dan desa-desa lainnya. "Mereka bisa mengurus BPJS Kesehatan dengan waktu yang lebih efektif dan hemat biaya transportasi. Kami juga akan terus berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan Banyuwangi apabila ada kendala pada saat pelaksanaan BPJS Online ini," ungkap Sunaryo. Dia berpesan kepada peserta kegiatan, agar dapat menyebarkan informasi layanan BPJS Online kepada warga-warga lain disetiap kegiatan pertemuan warga. Melalui penyebaran informasi, diharapkan bisa menjangkau seluruh kalangan warga tanpa memandang status dan usia. “Kita gerakkan warga Desa Karangdoro ini untuk beramai-ramai ikut menjadi peserta BPJS Kesehatan. Jangan hanya lansia, tetapi harus menyeluruh untuk semua usia termasuk pengantin baru. Pengalaman saya kemarin, menantu saya hamil, lahirannya tidak bisa persalinan normal harus melalui operasi. Saya sangat terbantu dengan menjadi peserta JKN BPJS Kesehatan, tidak ada biaya yang dikeluarkan,” pungkas Sunaryo. Pewarta : (tim) Ruslan AG Editor/Publisher : Shelor

Related Articles