Maraknya Jagal Liar Di Sidoarjo RPH Krian Tutup

Daerah | 23-Jul-2024 02:43 WIB | Dilihat : 207 Kali

Wartawan : Redaksi
Editor : Redaksi
Maraknya Jagal Liar Di Sidoarjo RPH Krian Tutup Terpisah Ketua LSM KOMNAS ( Komunitas Nasionalis Sidoarjo )  Suryanto menyayangkan hilangnya hak masyarakat untuk membeli daging yang sehat dan berkualitas

Sidoarjo||bratapos.com - Penututupan Rumah Potong Hewan Krian di bawah tanggung jawab Dinas Pertanian  & Peternakan Kabupaten Sidoarjo akibat tidak ada jagal sapi yang bersedia memotong sapi di RPH ( Rumah Potong Hewan) Krian.

Tutupnya RPH Krian ini merupakan indikasi serius adanya perlawanan dari rumah potong Ilegal yang tersebar di dua desa yaitu desa tropodo dan desa katerungan kecamatan krian setidaknya ada 9 titik Rumah potong Ilegal 3 (tiga) titik di desa katerungan dan 6 (enam) titik di desa tropodo, tiga titik di desa katerungan di inisiasi oleh tiga orang yaitu MSK ,TYB ,HS ( tiga nama inisial adapun yang di desa tropodo tersebar di dusun klagen dan dusun balepanjang desa tropodo kecamatan krian, di inisiasi oleh 6 ( enam ) orang yaitu JI, BKL, HSN, EB, HUS, KDR dan yang di dusun balepanjang ANM dkj
Keenganan para jagal sapi untuk memotong sapi di RPH di sebabkan oleh beberapa faktor antara lain ;
(1). Tidak bisa potong sapi glonggongan 
(2). Tidak sisa potong sapi betina produktif 
(3). Tidak bisa potong sapi doroan ( sapi muda ) 

KY pria 39 tahun yang di wawancarai bratapos.com Jum'at 19/07 kepada wartawan mengatakan," Kalau tidak di glongong maka memotong satu ekor sapi jagal akan rugi sekitar Rp 1.000.000 sampai Rp 1.500.000 dan kalau kapasitas potong seorang jagal sapi 10 ekor sapi kan sudah Rp 15.000.000 mas ruginya ," cetus Ky 

Terpisah Ketua LSM KOMNAS ( Komunitas Nasionalis Sidoarjo )  Suryanto menyayangkan hilangnya hak masyarakat untuk membeli daging yang sehat dan berkualitas, karena tidak adanya Ketegasan dari pemerintah kabupaten sidoarjo dalam memberantas tindakan curang para jagal sapi yang hanya mementingkan keuntungan semata dan tidak peduli dengan kesehatan masyarakat luas, lebih jauh Suryanto 19/07  mengatakan," Tujuan di dirikannya negara ini adalah untuk melindungi segenap warganya, dan kalau mengatasi rumah potong liar saja tidak mampu untuk apa rakyat membayar para pejabat tiap bulan dan di beri fasilitas  yang memadai untuk kenyamanan kerja mereka ( ASN ) ? " Cetus Cak Sur  penuh tanda tanya

Suryanto Juga menandaskan ,"Dengan tutupnya RPH krian ini menunjukkan Pemkab Sidoarjo keok melawan jagal sapi ilegal ,ini juga mengakibatkan hilangnya PAD ( Pendapatan Asli Daerah) yang harusnya  masuk Ke Kas Daerah juga mengakibatkan fasilitas rumah potong hewan yang di bangun menggunakan uang rakyat ratusan milyar jadi tidak bermanfaat  " pungkas Cak Sur. Candra

Related Articles