Pembangunan Irigasi Desa Kedung Banteng Di Duga Di Mark Up

Daerah | 11-Jun-2024 02:51 WIB | Dilihat : 22 Kali

Wartawan : redaksi
Editor : redaksi
Pembangunan Irigasi Desa Kedung Banteng Di Duga Di Mark Up
Sidoarjo||Bratapos.com - Pembangunan plengsengan irigasi lokasi : Blok Eks Bengkok Kasipem RT 008 RW 004 volume ; 110m1 ( kanan dan kiri ) sumber anggaran Dana Desa TA 2024 dengan nilai Rp 109.842.000 berdasarkan hasil ukur di lokasi kegiatan di ketahui panjang pasangan batu 110m1 ,lebar atas pasangan 0,30m1 lebar bawah 0,40m1 atau rata - rata ketebalan pasangan batu 0,35m1 dengan ketinggian 0,60m1 bila di hitung dalam volume adalah 110m1 × 0,35 x 0,60 = 23,1m3 x 2= 46,2m3 dan bila harga satuan pasangan batu adalah Rp 870.000/m3 =Rp 40.194.000 ( harga material plus ongkos pasang ) + PPN dan PPh 12,5% = Rp 13.730.250 jadi total biaya real untuk pekerjaan drainase tersebut di atas adalah Rp 40.194.000 + Rp 13.370.250 = Rp 53.924.250 ( total biaya + pajak ) jadi bila di alokasikan anggaran Rp 109.842.000 - Rp 53.924.250 = Rp 55.917.750 ( sisa anggaran ) Budiono Kepala Desa Kedungbanteng Kecamatan Tanggulangin yang di konfirmasi melalui Whats'Aap senin 10 juni 2024 mengatakan masih menghadiri pengajian rutin dan mengatakan masih menghubungi didik sebagai pemilik CV pelaksana pekerjaan, padahal dalam papan informasi kegiatan di laksanakan oleh TPKD desa kedung banteng Terpisah IS ( inisial ) pria 38 tahun saat di wawancarai senin 10 /6 mengatakan," Kerjaan ini selain sangat buruk kualitasnya juga sangat mahal karena bila mengacu pada harga satuan yang di tentukan pemkab sidoarjo pasangan batu dengan memakai cor beton harga satuannya adalah Rp 1.070.00/m3 dan bila tidak memakai cor beton Rp 870.000 itupun sudah banyak yang berebut mengerjakan mas," pungkas IS Terpisah Ir Haryanto B SH MSi Directur kontruksi saat di mintai komentarnya senin 10/6 mengatakan," Ini tidak wajar pengalokasian anggaran Rp 109.842.000 dan fisiknya bila di hitung hanya menghabiskan Rp 53.924.250 sedangkan sisanya Rp 55.917.750 kan banyak sisanya dari pada yang di realisasikan? Lantas di kemanakan sisa anggaran tersebut ? Bagaimana kegiatan ini di rencanakan? Apakah dalam perencanaannya memang di design untuk mendapat keuntungan yang berlebih ," cetus Bung Hary penuh dengan tanda tanya .... ( c@n )

Related Articles