Tanggapi Kabar MaDa Jilid 2, Ini Kata Inda Raya

Pemilu | 15-Jul-2024 03:07 WIB | Dilihat : 402 Kali

Wartawan : Redaksi
Editor : Redaksi
Tanggapi Kabar MaDa Jilid 2, Ini Kata Inda Raya Menanggapi hal tersebut Inda Raya, salah satu calon wakil wali kota, Kepada bratapos.com menyatakan bahwa kabar tersebut sangatlah berlebihan.

Kota Madiun||Bratapos.com - Menjelang pelaksanaan Pilkada serentak 2024 di Kota Madiun, semakin hangat dan sangat menarik. Berbagai manuver politik telah dilakukan oleh para kontestan guna meraih perhatian.

Hal tersebut, terlihat dalam persaingan perebutan AE2 sebutan wawali, juga dibilang cukup menarik untuk dinantikan. Sebut saja Bagus Panuntun yang sudah mendapat rekom dari 2 partai sebagai pendamping Maidi pada Pilkada 2024 di Kota Madiun mendatang.

Selain itu, ada Inda Raya dan Bagus Rizki Dinarwan yang santer dikabarkan bakal mendampingi Bonie Laksmana sebagai lawan dari petahana Maidi.

Apalagi belakang ini ramai, Muncul isu “MaDa jilid 2” yang membuat publik bertanya-tanya tentang peta politik Pilkada Kota Madiun saat ini. 

Menanggapi hal tersebut Inda Raya, salah satu calon wakil wali kota, Kepada bratapos.com menyatakan bahwa kabar tersebut sangatlah berlebihan.

Menurutnya, sejauh ini komunikasi langsung dari pihak Maidi belum terjadi, koq sudah ada kabar seperti itu.

"Meskipun ada utusan dari pihak Maidi, komunikasi tersebut tidak berjalan lancar karena pihak Serayu tidak menggunakan penyambung lidah. Kurang lebih 4 kali, namun itu hanya utusan dan bukan secara langsung oleh Pak Maidi," jelasnya, Minggu (14/7/2024).

Lebih lanjut Inda Raya juga mengatakan bahwa, terkait MaDa, jangan sampai Da-nya ini menjadi konotasi yang negatif karena sampai sejauh ini pihaknya tidak pernah menutup komunikasi dari manapun.

"Selaku kader partai politik, tentunya saya pribadi tidak bisa memutuskan sendiri. Karena semua harus ada mekanismenya dan semua yang sudah diputuskan oleh partai akan tegak lurus dengan DPP," Imbuhnya.

Diakhir, Inda Raya juga menjelaskan bahwasanya ada pembicaraan yang intens antara ketiga partai yakni PDI P, Perindo dan Golkar, supaya ketika menjadi satu kubu akan bermuara untuk jalannya demokrasi.

"Disini, saya tinggal  menunggu saja bagaimana hasilnya selanjutnya," pungkas Inda Raya. Mongas

Related Articles