BAGAIMANA FENOMENA SISWA SMA SAAT INIDALAM MENGAKSES SMARTPHONE?(MENUJU SMART STUDENT ATAU STUPID STUDENT)

Daerah | 08-Jan-2024 08:24 WIB | Dilihat : 173 Kali

Wartawan : redaksi
Editor : redaksi
BAGAIMANA FENOMENA SISWA SMA SAAT INIDALAM MENGAKSES SMARTPHONE?(MENUJU SMART STUDENT ATAU STUPID STUDENT)

Ifa Maskhanah, Guru SMA N 19 Tebo
Mahasiswa S-2 Teknologi Pendidikan FKIP Undhari

Teknologi terus berkembang sangat pesat sesuai perkembangan zaman. Kemanapun pergi, smartphone ini seakan tidak lepas dari genggaman. Kebutuhan akan teknologi sudah menjadi suatu tuntutan zaman terlebih pada era 4.0 saat ini. Teknologi mempermudah kerja manusia agar pekerjaan lebih efektif dan efisien. Manusia akan terus berupaya memanipulasi keadaan menggunakan teknologi agar hidup lebih mudah, praktis, dan serba efektif dengan berbagai kesibukannya. Teknologi ini sudah merambah kepada semua aspek/bidang kehidupan, seperti sosial, politik, ekonomi, budaya, terlebih dalam bidang pendidikan. Smartphone adalah megakarya teknologi saat ini yang sudah banyak merubah kehidupan manusia. Semua umur sudah dapat mengakses smarthphone mulai usia bayi sekitar 1 tahun sampai lansia sesuai dengan tingkatan kemampuan, kebutuhan atau kesukaan yang berbeda. Hal ini tidak bisa dipungkiri bahwa akses smartphone sangatlah mudah. Selalu ada pembaharuan-pembaharuan pada fitur maupun aplikasi smartphone.

Berdasarkan hasil survey terbarunya, Google, Think Tech, Rise of Foldobles: The Next Big Thing in Smartphone terungkap jumlah ponsel aktif di Indonesia mencapai 354 juta perangkat. Hal ini juga Data Reportal Januari 2023 dengan angka tersebut dihitung dari jumlah ponsel yang terkoneksi jaringan internet. Pengguna smartpohone jauh lebih banyak dibandingkan penduduk Indonesia sesuai dengan data BPJS pada pertengahan tahun 2023 bahwa jumlah penduduk Indonesia 278,69 juta jiwa yang artinya satu orang pengguna bisa memiliki lebih dari satu handphone. Berdasarkan data BPJS tersebut tentu penduduk usia sekolah terlebih siswa SMA dapat diperkirakan setiap siswa memiliki handphone dengan berbagai model/tipe smartphone yang dimilikinya. Penggunaan handphone pada siswa ini mulai merambah siswa SMA sangat terasa meningkat penggunaannya sebagai salah satu dampak Pandemi Covid-19. Oleh karena itu, hal ini perlu kita kaji karena siswa setingkat SMA sebagai generasi penerus bangsa sedang melewati masa remaja dengan kondisi yang masih labil, masih perlu pembimbingan maupun kerja sama baik dari orang tua, guru ataupun masyarakat agar bijak dalam memanfaatkan smatphone sebagai sumber belajar agar smartphone dapat membantu membentuk smart student yang menunjang dalam pembelajaran.
Smartphone menyajikan berbagai aplikasi/fitur yang menggiurkan dengan pilihan tak terbatas,. Saat memegang smartphone ibarat ”Dunia ada di genggaman tangan” dalam waktu yang sangat cepat, tempat yang berbeda/jauh, dalam keadaan apapun kita dapat menjelajahi dunia pada masa kini atau dalam penjelajahan informasi pada waktu yang lampau ataupun prediksi-prediksi masa yang akan datang. Smartphone menyajikan informasi tanpa batas baik mengandung informasi yang positif maupun negatif. Banyak hal-hal positif yang dapat dimanfaatkan dari penggunaan smartphone, namun banyak juga hal-hal negatif yang muncul, seperti kejahatan-kejahatan atau biasa disebut oleh khalayak yaitu kejahatan media sosial (medsos). Informasi juga akan terakses dengan cepat. Hal inilah yang menjadi alasan perlunya kita membahas”bagaimana siswa SMA memanfaatkan maupun menyaring berbagai informasi yang masuk smartphone maupun mengaplikasikan smartphone? Saat ini juga menjadi pertanyaan adalah “Apakah smartphone sudah dimanfaatkan dengan baik oleh siswa SMA untuk menunjang pembelajaran atau justru penghambat proses pembelajaran? Bagaimana fenomena siswa SMA saat ini dalam mengakses smartphone menuju “smart student “? Apakah smartphone sebagai hasil teknologi dapat menunjang keberhasilan pendidikan tingkat SMA? Apakah smartphone sebagai bagian dari teknologi pendidikan dapat membantu bagaimana siswa SMA dapat belajar dengan baik?
Tentu pertanyaan ini akan dijawab dengan berbagai reaksi negatif jika menjadikan siswa SMA menjadi stupid student sebagai generasi yang suka copy paste/serba instan dalam mengerjakan tugas atau positif jika siswa SMA memanfaatkan smartphone sebagai penunjang pembelajaran menjadikana smart student.
Stupid student, pada dasarnya tidak ada anak yang diciptakan dalam kondisi “stupid”. Tuhan memberikan bekal kemampuan yang berbeda-beda pada hambaNya dengan segala kelebihan dan kekurangan masing-masing. Stupid student yang dimaksud disini adalah generasi yang tidak dapat memanfaatkan smartphone dengan baik, dalam artian tidak mampu memanajemen penggunaan smartphone dengan baik. Contohnya yang sering kita tahu dari berita-berita atau di lingkungan sekitar, siswa SMA menggunakan hal-hal negatif, seperti menggunakan sebagian waktunya untuk bermain games, mengakses situs-situs porno, pergaulan bebas, judi online bahkan perilaku-perilaku kriminal yang lain. Hal-hal ini mengakibatkan kecenderungan siswa tertutup dengan orang-orang di sekelilingnya dan tidak fokus dalam belajar. Keadaan siswa SMA yang masih labil belum bisa optimal dalam menyaring informasi-informasi dari luar harus mendapatkan pendampingan dari orang-orang di sekelilingnya. Guru sebagai orang terdekat di sekolah harus bisa dekat dengan siswa baik saat pembelajaran di kelas atau di lingkungan sekolah. Menjalin keterbukaan dan komunikasi dengan siswa itu salah sah satu hal yang mesti dilakukan agar siswa SMA merasa nyaman dan bisa bertanya ataupun berkonsultasi dengan Guru jika mengalami kendala dalam pemanfaatan media saat pembelajaran ataupun terdapat masalah-masalah pribadi. Pengaruh yang negatif dari smartphone yang cenderng membuat siswa asyik sendiri dengan dunianya, cuek terhadap lingkungan sekitar bahkan tidak ada rasa malu lagi hal-hal tabu yang sekarang ini sudah menjamur di masyarakat. Hal yang sering kita temui juga siswa yang asyik main game melebihi separuh waktunya baik saat belajar di sekolah maupun di rumah. Awalnya anak-anak beralasan meminta smartphone dengan alasan untuk menunjang pembelajaran. Namun, kenyataannya justru siswa belum maksimal dalam memanfaatkannya. Hanya memenuhi kebutuhan praktis semata dalam pembelajaran, seperti searching google, translate, mencari jawaban tugas tanpa literasi, copy paste tanpa ditelaah dahulu, dan sebagainya yang membuat siswa malas. Oleh karena itu, sebagai Guru harus membuat aturan yang tepat di sekolah dalam pemanfaatan smartphone agar smar tstudent terwujud dengan tetap memberikan kepercayaan dan tanggung jawab kepada mereka.
Smart student, akan terbentuk jika siswa SMA banyak menerapkan dan memanfaatkan smartphone sebagai media untuk mencari informasi sebagai tambahan sumber ilmu pengetahuan. Siswa SMA dapat mengakses smartphone untuk menggunakan aplikasi-aplikasi yang disajikan, seperti tiktok, youtube, pembuatan video, pembuatan lembaran tugas, penyelesaian tugas menggunakan canva, google form, quizizz ,instagram, AI, dan sebagainya. Siswa SMA juga dapat membuat konten-konten kreatif untuk menambah ilmu pengetahuan, pengalaman maupun produktif menambah finansial dengan memanfaatkan smartphone yang dimiliki. Siswa SMA bisa mencontoh hal-hal positif yang ada di internet dalam proses pembelajaran atau bisa memodifikasi dari contoh atau biasa disebut ATM (Adopsi, Tiru, dan Modifikasi). Smartphone juga dapat menginspirasi siswa SMA untuk menemukan hal-hal baru (berinovasi) maupun melakukan pengembangan-pengembangan baru. Pada tahap ini Guru tetap harus mendampingi dan membimbing siswa SMA dalam berkreativitas memanfaatkan smartphone dalam hal-hal positif untuk terus membentuk smart student.

Related Articles