Pemanfaatan Lingkungan Desa dengan Pelatihan Pembuatan Ecoprint di Desa Bening
Pemerintahan | 20-Jul-2024 03:50 WIB | Dilihat : 151 Kali

Surabaya || Bratapos.com - Perlunya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan dengan memberikan inovasi atau dorongan dalam pemanfaatannya, salah satunya dengan pelatihan pembuatan ecoprint yang dapat menghasilkan produk yang bernilai tinggi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar.
Ecoprint merupakan kegiatan membatik dengan menggunakan pewarna alami dari lingkungan desa seperti dari daun, bunga ataupun batang tumbuhan yang memiliki tekstur lembab. Dengan adanya kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang diadakan Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya yang dilaksanakan mulai tanggal 10 sampai 21 Juli 2024 yang berlokasi di Mojokerto, salah satunya di Desa Bening memberikan pelatihan kepada ibu-ibu PKK dusun Pamotan dalam pembuatan ecoprint pada media tote bag dengan teknik pounding.
Dengan koordinasi dengan perangkat desa setempat mengenai program kerja yang akan dilakukan mengenai ecoprint sangat mendukung adanya pemanfaatan lingkungan yang dapat menjaga keseimbangan tanaman desa
Pelatihan Ecoprint dilaksanakan pada tanggal 15 Juli 2024 yang diikuti oleh PKK dusun Pamotan, Desa Bening yang sangat antusias berpartisipasi dengan program ini. Mahasiswa Untag Surabaya memberikan pendampingan dalam pembuatan ecoprint yang diawali penjelasan mengenai bahan dan alat yang dibutuhkan yang diantaranya tote bag, daun atau bunga, palu dan tawas.
Teknik yang digunakan dalam pembuatan batik ecoprint ini adalah menggunakan teknik pounding (dipukul). Dasar pembuatannya yaitu melauli kontak langsung antara media tote bag dengan bunga atau daun yang memiliki pigment warna.
Langkah awal menyiapkan lembaran plastik untuk melapisi bagian dalam tote bag agar warna yang dihasilkan tidak menembus kebagian belakang tote bag. Selanjutnya susun daun diatas tote bag kemudian lapisi lagi dengan selembar plastik yang sudah disediakan.
Lalu, proses pemukulan daun dengan perlahan dan merata sampai pigmen warna dari tumbuhan keluar secara sempurna. Setelah pigment warna keluar secara maksimal, lalu direndam kedalam wadah yang sudah berisi campuran air dan tawas. Setalah sekitar 1-2 jam perendaman, lalu keringkan totebag dengan cara dijemur.
Dengan adanya pelatihan ini diharapkan ibu-ibu PKK di Dusun Pamotan dapat sadar akan potensi disekitar lingkungan mereka. Kegiatan pelatihan ini berharap supaya ibu-ibu PKK Dusun Pamotan memiliki keterampilan membuat batik ecoprint untuk dikembangkan sebagai usaha rumahan.
Jadi kegiatan ecoprint ini tidak hanya sebagai edukasi tapi juga dapat sebagai membantu meningkatkan perekonomian di Dusun Pamotan memalui penjualan dari hasil produksi batik ecoprint yang dihasilkan.(dms)
Related Articles


TOPIK TERPOPULER
BERITA POPULER
