35 Tahun Bertahan, Warung Kopi Mbah Kaseno di Kepanjen Rawat Tradisi di Tengah Gempuran Kafe Modern

Bisnis | 04-Sep-2026 11:11 WIB | Dilihat : 102 Kali

Wartawan : Black
Editor : Redaksi
35 Tahun Bertahan, Warung Kopi Mbah Kaseno di Kepanjen Rawat Tradisi di Tengah Gempuran Kafe Modern Foto : Mbah Tasmi Istri Mbah Kaseno (Black GP)

MALANG || GIRIPOS.com – Di tengah menjamurnya kafe modern dengan berbagai konsep kekinian, sebuah warung kopi sederhana di Jalan Kelud, Dusun Mangir, Desa Mangunrejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, tetap bertahan menjaga tradisi.

Warung Kopi Mbah Kaseno, demikian tempat tersebut dikenal, telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sekitar selama kurang lebih 35 tahun. Sederhana, tanpa gemerlap lampu neon maupun berbagai fasilitas seperti kafe modern, warung ini justru menawarkan suasana yang akrab dan bersahaja.

Selama puluhan tahun, Mbah Kaseno bersama istrinya, Mbah Tasmi, setia melayani para pelanggan yang datang. Keduanya tetap menjalankan aktivitas tersebut meski usia telah lanjut.

Perjalanan warung kopi itu juga menggambarkan perubahan zaman. Jika dahulu secangkir kopi hitam hanya dibanderol sekitar Rp25, kini pada 2026 harganya mencapai Rp4.000. Meski harga berubah mengikuti perkembangan waktu, cita rasa dan cara pelayanan yang sederhana disebut tetap dipertahankan.

Para pelanggan yang datang pun berasal dari berbagai kalangan. Mulai dari petani yang ingin beristirahat setelah bekerja di sawah hingga warga dan perantau yang sengaja mampir untuk menikmati secangkir kopi sekaligus berbincang.

Bagi pelanggan setianya, Warung Kopi Mbah Kaseno bukan sekadar tempat untuk menikmati minuman. Warung tersebut menjadi ruang pertemuan, tempat berbagi cerita, sekaligus menjadi bagian dari kenangan masyarakat yang telah tumbuh bersama selama bertahun-tahun.

Kehadiran warung tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa usaha sederhana masih memiliki tempat di tengah perubahan gaya hidup masyarakat. Ketika banyak tempat usaha berlomba menawarkan konsep modern, Mbah Kaseno dan Mbah Tasemi memilih bertahan dengan kesederhanaan.

Selama sekitar 35 tahun, warung kecil di Kepanjen itu menjadi saksi berbagai perubahan zaman. Dari harga kopi yang hanya puluhan rupiah hingga ribuan rupiah, perjalanan tersebut menunjukkan bagaimana sebuah usaha kecil dapat bertahan karena kedekatan dengan pelanggan.

Warung Kopi Mbah Kaseno pada akhirnya bukan hanya tentang secangkir kopi. Di tempat sederhana itu, tersimpan cerita tentang ketekunan, kebersamaan, dan ketulusan pasangan suami istri yang selama puluhan tahun menjaga usaha sekaligus tradisi.

Di tengah cepatnya perubahan zaman, warung tersebut mengingatkan bahwa sesuatu yang sederhana tetap dapat memiliki nilai ketika dibangun dengan ketulusan dan dijaga dengan konsistensi.

(Black)

Related Articles