Dari Makam Orang Tua di Blitar, Penulis Ahmad Bahar Sampaikan Pesan Perjuangan Keadilan

Daerah | 07-Jun-2026 10:49 WIB | Dilihat : 20 Kali

Wartawan : Arif Bli
Editor : Arif Bli
Dari Makam Orang Tua di Blitar, Penulis Ahmad Bahar Sampaikan Pesan Perjuangan Keadilan Foto : Penulis, Ahmad Baharuddin. (giripos)

BLITAR || Bratapos.com – Momentum peringatan Hari Lahir Pancasila dimanfaatkan penulis asal Blitar, Ahmad Bahar berziarah ke makam kedua orang tuanya di Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar. Kegiatan tersebut dilakukan di tengah sorotan publik dan ramainya perbincangan di berbagai platform digital terkait perseteruannya dengan Ketua Umum Grib Jaya, Hercules.

Ziarah tersebut menjadi momen refleksi bagi Ahmad Bahar untuk mengenang jasa serta mendoakan kedua orang tuanya. Di tengah dinamika persoalan yang tengah dihadapinya, ia mengaku ingin memohon restu dan kekuatan agar tetap mampu menjalani setiap proses dengan baik serta berpegang teguh pada nilai-nilai keadilan.

Bahar mengaku mendapatkan dukungan moral yang besar dari keluarga, sahabat, dan masyarakat yang ditemuinya selama berada di Blitar. Dukungan tersebut, menurutnya, menjadi energi tambahan untuk terus memperjuangkan apa yang diyakininya sebagai kebenaran.

"Kebetulan saya habis nyekar di makam ibu dan ayah saya. Kita ini sedang menghadapi persoalan yang menjadi perhatian publik. Saya berharap siapa pun yang salah harus dihukum dan siapa yang benar harus mendapatkan keadilan. Tidak boleh ada yang dibela atau ditutup-tutupi," ujar Bahar. Sabtu (6/6/2026)

Ia juga mengingatkan seluruh aparat penegak hukum untuk menjaga integritas dalam menangani perkara yang sedang berkembang. Menurutnya, masyarakat kini semakin kritis dan dapat memantau jalannya proses hukum secara terbuka.

"Netizen sudah melihat semuanya. Hati-hati para penegak hukum, jangan sampai mempermalukan diri sendiri. Kebenaran harus ditegakkan apa adanya," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Bahar turut menyinggung karakter masyarakat Blitar yang dikenal memiliki semangat perjuangan tinggi dan teguh dalam mempertahankan prinsip.

"Saya melihat banyak tokoh besar yang berasal dari Blitar. Kalau sudah memperjuangkan kebenaran, nyawa pun menjadi taruhannya. Ada Bung Karno, Supriyadi, hingga tokoh-tokoh lain yang dikenal jujur dan teguh pendirian. Tidak ada kata mundur dalam memperjuangkan kebenaran," katanya.

Saat ditanya mengenai doa khusus yang dipanjatkan dalam ziarah tersebut, Bahar mengaku memohon kemudahan, kekuatan, dan perlindungan agar proses yang sedang dihadapinya berjalan dengan adil.

"Kita minta dimudahkan, diberi kekuatan. Alhamdulillah saya bertemu keluarga, saudara, dan teman-teman, semuanya memberikan dukungan. Ini menjadi vitamin dan energi yang luar biasa bagi saya," ungkapnya.

Bahar menegaskan bahwa dirinya hanya menginginkan kesetaraan di hadapan hukum. Menurutnya, status sosial, kekayaan, maupun kedekatan seseorang dengan tokoh tertentu tidak boleh memengaruhi proses penegakan hukum.

"Saya berharap kebenaran ditegakkan sama rata. Tidak peduli apakah saya orang kecil atau berhadapan dengan orang yang memiliki kekuasaan, kekayaan, atau kedekatan dengan tokoh penting. Semua orang harus sama di mata hukum. Saatnya kebenaran benar-benar ditegakkan," pungkasnya. (re)

Related Articles