Bupati Grobogan Dampingi Presiden Jokowi Bagikan Sertifikat dan Sembako
Daerah | 23-Jan-2024 12:29 WIB | Dilihat : 58 Kali
GROBOGAN || Bratapos.com - Petani Grobogan dan sekitarnya yang gagal panen (puso) di tahun ini mendapatkan bantuan stimulan dari Presiden RI, Joko Widodo. Bantuan ini diberikan kepada sekitar 1.400 petani dari 5 Kabupaten diantaranya Grobogan, Jepara, Kudus, Pati, dan Demak ini dipusatkan di GOR Bung Karno, Kabupaten Grobogan, Selasa, (23/01/2024).
Pejabat Bupati Grobogan, Sri Sumarni hadir langsung untuk menerima bantuan stimulan ini.
Sri Sumarni mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas bantuan stimulan yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo kepada para petani di Grobogan.
“Saya minta ini tidak ada potongan apapun, diterima bersih sesuai apa yang diberikan oleh Bapak Presiden kepada para petani. Saya perintahkan inspektorat dan dinas terkait untuk mengawasi,” kata Pj Bupati Grobogan.
Bupati berharap bantuan tersebut segera digunakan untuk menanam padi sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo.
“Segera digunakan lagi untuk menanam sesuai arahan dari Pak Presiden. Mudah-mudahan bermanfaat,” ungkapnya.
Sebelumnya, Presiden Jokowi dalam sambutannya berharap uang bantuan tersebut dapat segera diterima dan digunakan oleh petani untuk menggarap padi.
"Moga-moga realisasi uangnya segera diterima para petani dan langsung dipakai untuk tandur, tanam, tandur, tanam dan segera panen. Kalau sudah panen kita tidak usah banyak impor-impor lagi dari negara lain,” ucapnya.
Lebih lanjut, Presiden Jokowi mengatakan, bahwa dampak perubahan iklim telah dirasakan oleh semua negara di dunia. Kekeringan panjang maupun banjir menyebabkan sejumlah negara mengalami gagal panen termasuk di Indonesia. Hal ini berdampak pada sulitnya sejumlah ekspor pangan tak terkecuali beras yang sudah mulai dikurangi dibeberapa negara.
Dalam catatannya, terdapat 22 negara yang menghentikan kebijakan ekspor beras dan memilih untuk mengamankan stok berasnya untuk kebutuhan dalam negeri. Oleh karena itu, orang nomor satu di Indonesia tersebut menjelaskan bahwa peran petani sangat sentral dalam hal pemenuhan kebutuhan pangan di Indonesia.
“Di Jawa Tengah sendiri ada 16 ribu hektare Sawah yang terdampak el nino, dan banjir. Bantuan yang diberikan sudah dihitung Rp 8 juta per hektare. Nanti moga-moga bapak ibu dalam 3-4 bulan yang akan datang segera panen kemudian dari situlah produktivitas bisa kita naikkan,” tandasnya. (Arifin)
