Jelang Keberangkatan ke Tanah Suci, PT Zain Haramain Bekali Jamaah Banyuwangi Lewat Manasik Umrah
Daerah | 07-Jun-2026 05:09 WIB | Dilihat : 76 Kali
PT Zain Haramain Gelar Manasik Umrah Jamaah Banyuwangi di Aula Balesaji Resto (Foto: Ruslan AG/Giripos.com)
BANYUWANGI, GIRIPOS.com – Komitmen memberikan pelayanan ibadah yang aman, nyaman, dan sesuai tuntunan syariat kembali ditunjukkan PT Zain Haramain Umroh Service melalui pelaksanaan kegiatan Manasik Umrah bagi para jamaah di Aula Balesaji Resto, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, Minggu (7/6/2026).
Kegiatan yang diikuti puluhan jamaah asal Banyuwangi tersebut menjadi tahapan penting sebelum keberangkatan ke Tanah Suci. Selain memberikan pemahaman mendalam mengenai tata cara pelaksanaan umrah, manasik juga menjadi sarana pembekalan terkait regulasi terbaru perjalanan ibadah yang diterapkan Pemerintah Arab Saudi.
Manasik dipandu oleh Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Baitul Maghfiroh Cluring, KH Achmad Burhan, bersama H Lukman yang juga bertugas sebagai penghulu di Kantor Urusan Agama (KUA) Kalipuro.
Turut hadir Owner PT Zain Haramain Umroh Service, H Dahlawi, Kepala Cabang Banyuwangi Idawati, serta jajaran manajemen perusahaan.
Dalam sesi pemaparan, H Lukman menjelaskan secara rinci seluruh tahapan perjalanan ibadah umrah, mulai dari proses keberangkatan dari Indonesia, pelaksanaan rangkaian ibadah di Makkah dan Madinah, hingga kepulangan ke tanah air.
Materi yang disampaikan tidak hanya mencakup aspek teknis perjalanan dan tata cara pelaksanaan rukun serta wajib umrah, tetapi juga etika dan adab selama berada di Tanah Suci.
Menurutnya, jamaah perlu memanfaatkan setiap kesempatan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi untuk memperbanyak ibadah, doa, dan dzikir, bukan justru disibukkan dengan aktivitas yang dapat mengurangi kekhusyukan.
"Momentum berada di depan Ka'bah adalah kesempatan yang sangat berharga untuk memperbanyak doa dan ibadah. Jangan sampai perhatian lebih banyak tercurah pada aktivitas dokumentasi, swafoto, maupun video call yang dapat mengurangi kekhusyukan dan makna ibadah itu sendiri," ujar H Lukman.
Suasana manasik semakin khidmat, ketika H Lukman memimpin pembacaan Talbiyah yang diikuti seluruh jamaah secara bersama-sama.
Lantunan kalimat suci tersebut menghadirkan suasana haru dan spiritual yang mendalam. Bahkan salah seorang jamaah asal Kecamatan Sempu tampak menitikkan air mata, karena merasa tersentuh dan tidak mampu menyembunyikan rasa syukur atas kesempatan menjadi tamu Allah SWT.
H Lukman menjelaskan bahwa Talbiyah merupakan bentuk penghambaan, pengagungan terhadap keesaan Allah SWT, sekaligus pernyataan kesiapan seorang muslim memenuhi panggilan-Nya untuk menunaikan ibadah umrah.
Sementara itu, KH Achmad Burhan menekankan bahwa keberhasilan ibadah umrah tidak hanya ditentukan oleh kesiapan fisik dan administrasi, melainkan juga kesiapan hati dan spiritualitas jamaah.
Beliau mengingatkan, bahwa perjalanan menuju Tanah Suci merupakan momentum memperbaiki diri dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT.
"Umrah adalah panggilan Allah yang harus disyukuri. Karena itu, jamaah perlu menjaga niat, memperbanyak dzikir dan doa, serta menghindari hal-hal yang dapat mengurangi kesempurnaan ibadah. Jadikan perjalanan ini sebagai momentum hijrah menuju pribadi yang lebih baik," pesannya.
Selain materi utama, kegiatan manasik berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab. Para jamaah memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali berbagai informasi terkait pelaksanaan ibadah, fasilitas perjalanan, hingga kebijakan terbaru yang berlaku bagi jamaah umrah di Arab Saudi.
Pada kesempatan yang sama, Owner PT Zain Haramain Umroh Service, H Dahlawi, menegaskan bahwa manasik merupakan bagian penting dari pelayanan perusahaan dalam memastikan jamaah memiliki pemahaman yang utuh sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Menurutnya, pembekalan yang matang akan membantu jamaah menjalankan ibadah dengan lebih tenang, fokus, dan sesuai tuntunan agama.
"Kami ingin memastikan seluruh jamaah memahami setiap tahapan ibadah, aturan perjalanan, serta berbagai perubahan regulasi terbaru yang diterapkan Pemerintah Arab Saudi. Dengan persiapan yang matang, jamaah akan lebih tenang dan fokus dalam beribadah. Prinsip kami adalah memberikan pelayanan terbaik, transparan, dan bertanggung jawab kepada seluruh jamaah," tegas H Dahlawi.
Ia menambahkan, PT Zain Haramain terus menghadirkan berbagai program pendukung sebagai nilai tambah bagi jamaah tanpa biaya tambahan.
Program tersebut meliputi kunjungan ke sejumlah destinasi bersejarah Islam seperti Syuhada Badar, Percetakan Al-Qur'an Madinah, Jabal Magnet, hingga wisata religi ke Thaif yang dilengkapi jamuan makan siang khas Timur Tengah berupa nasi mandhi.
"Kami ingin jamaah tidak hanya menjalankan ibadah umrah, tetapi juga memperoleh pengalaman spiritual serta wawasan sejarah Islam yang lebih luas selama berada di Tanah Suci," tambahnya.
PT Zain Haramain Umroh Service dijadwalkan membuka musim keberangkatan umrah tahun ini dengan memberangkatkan jamaah asal Banyuwangi pada 22 Juni 2026. Selanjutnya jamaah akan melanjutkan perjalanan melalui Bandara Solo pada 23 Juni 2026 menggunakan maskapai Garuda Indonesia.
Melalui kegiatan manasik ini, PT Zain Haramain berharap seluruh jamaah memiliki kesiapan menyeluruh, baik dari aspek ibadah, mental, maupun pemahaman terhadap regulasi perjalanan internasional. Dengan bekal tersebut, jamaah diharapkan mampu menunaikan ibadah umrah secara aman, nyaman, khusyuk, dan meraih kemabruran selama berada di Tanah Suci. (r46/gp-bwi)
