Heboh di Ngantang! Warga Protes Tuyul Tak Produktif, Kasusnya Dimediasi Polisi
Hukum | 07-May-2026 02:05 WIB | Dilihat : 20 Kali
Foto : Ilustrasi hasil AI
MALANG || GIRIPOS.com – Sebuah peristiwa tak biasa mencuat di wilayah Ngantang, Kabupaten Malang. Sengketa yang diduga berkaitan dengan praktik jasa spiritual memicu perhatian warga setelah seorang wanita berinisial NL melayangkan protes terhadap seorang praktisi spiritual berinisial JI terkait sosok “tuyul” yang disebut tidak bekerja sesuai harapan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, persoalan bermula saat NL mengaku kehilangan dua sosok tuyul yang sebelumnya diyakini menjadi bagian dari praktik spiritual tertentu. Untuk mengatasi persoalan tersebut, NL kemudian meminta bantuan JI yang disebut memiliki kemampuan spiritual guna “memulangkan” kedua entitas tersebut.
Dalam keterangannya kepada awak media, JI mengklaim telah melakukan ritual khusus hingga ke wilayah Pantai Selatan. Dari proses itu, satu sosok tuyul disebut berhasil “dipulangkan”, sementara satu lainnya dikabarkan tidak kembali.
“Satu tuyul berhasil pulang ke rumah NL dan yang satunya tidak pulang karena ditangkap oleh ahli spiritual lainnya yang tidak dikenal,” ujar JI saat dikonfirmasi, Rabu (6/5/2026).
Namun persoalan tidak berhenti di situ. Dua minggu setelah ritual dilakukan, NL dikabarkan kembali memprotes JI lantaran tuyul yang dimaksud disebut tidak memberikan hasil sebagaimana yang diharapkan. NL mengaku merasa dirugikan karena telah mengeluarkan biaya ritual dalam jumlah cukup besar.
Situasi tersebut kemudian memicu mediasi di tingkat desa. Perangkat desa bersama sejumlah pihak mencoba mempertemukan kedua belah pihak guna mencari jalan tengah atas sengketa yang dinilai tidak lazim tersebut.
Akan tetapi, mediasi disebut tidak membuahkan hasil. NL akhirnya membawa persoalan tersebut ke Polsek Kepung, Kediri, untuk meminta penyelesaian lebih lanjut.
Langkah itu sontak menjadi perhatian masyarakat karena kasus yang dilaporkan berkaitan dengan hal-hal supranatural yang sulit dibuktikan secara hukum maupun ilmiah. Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait tindak lanjut laporan tersebut.
Sementara itu, saat dikonfirmasi lebih lanjut, NL belum bersedia memberikan penjelasan rinci dan memilih untuk bertemu secara langsung.
“Saya masih di luar kota, kalau mau konfirmasi ketemu saya saja langsung,” ujarnya singkat melalui pesan WhatsApp.
Kasus ini pun memunculkan beragam respons di tengah masyarakat. Selain menjadi bahan perbincangan warga, peristiwa tersebut juga dinilai sebagai pengingat agar masyarakat lebih berhati-hati terhadap praktik-praktik yang berkaitan dengan jasa spiritual dan hal-hal yang tidak dapat dibuktikan secara rasional maupun hukum. (Bersambung)
(Black)
