Malang Raya Punya Jalur Bus Baru, Trans Jatim Koridor II Siap Layani Mobilitas Warga
Pemerintahan | 30-Oct-2026 11:10 WIB | Dilihat : 26 Kali
Caption : Launching Bus Trans Jatim Koridor II Malang Raya di Pendopo Kabupaten Malang (Black Giripos.com)
KEPANJEN || GIRIPOS.com – Konektivitas transportasi publik di wilayah Malang Raya semakin diperluas. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, didampingi Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M., resmi meluncurkan layanan Bus Trans Jatim Koridor II Malang Raya di Pendopo Kabupaten Malang, Jumat (30/10/2026) siang.
Peluncuran koridor baru ini diharapkan menjadi solusi transportasi masyarakat yang aman, nyaman, terjangkau, dan terintegrasi. Kehadirannya sekaligus menjadi langkah pemerintah dalam mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi yang selama ini turut membebani kepadatan lalu lintas di kawasan Malang Raya.
Trans Jatim Koridor II melayani rute Terminal Madyopuro, Kota Malang, menuju Terminal Talangagung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Sepanjang perjalanan, armada bus melintasi sejumlah wilayah strategis, termasuk Bululawang dan Gondanglegi, yang menjadi jalur aktivitas masyarakat.
Untuk menunjang operasional, pemerintah menyediakan 15 unit bus, terdiri dari 14 armada aktif dan satu unit cadangan. Layanan beroperasi setiap hari mulai pukul 05.00 hingga 21.00 WIB.
Dari sisi tarif, masyarakat umum dikenakan biaya Rp5.000, sedangkan pelajar, santri, dan mahasiswa cukup membayar Rp2.500. Bahkan, penyandang disabilitas dapat menikmati layanan secara gratis sesuai ketentuan yang berlaku. Armada juga dilengkapi CCTV dan alat pemadam api ringan (APAR) sebagai fasilitas pendukung keselamatan penumpang.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa transportasi massal memiliki peran penting bagi Malang Raya yang merupakan kawasan pendidikan, ekonomi, perdagangan, dan pariwisata. Menurutnya, kehadiran koridor baru ini diharapkan mampu menekan kemacetan, meningkatkan keselamatan perjalanan, serta membuat biaya mobilitas masyarakat lebih efisien.
Khofifah juga menekankan pentingnya menjaga kualitas pelayanan, terutama dari aspek keselamatan, kebersihan, dan kenyamanan penumpang. Artinya, pengoperasian armada tidak cukup hanya menghadirkan bus dan jalur baru, tetapi harus dibarengi pelayanan yang konsisten dan berkualitas.
Sementara itu, Bupati Malang M. Sanusi mengapresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas pengoperasian Trans Jatim Koridor II. Ia menilai rute tersebut strategis karena melintasi berbagai fasilitas pelayanan publik, termasuk rumah sakit dan kawasan pendidikan. Sanusi berharap layanan ini mempermudah mobilitas pelajar, mahasiswa, pekerja, dan masyarakat umum.
Peresmian yang turut dihadiri jajaran pemerintah daerah se-Malang Raya tersebut menjadi langkah baru dalam penguatan konektivitas antardaerah. Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan layanan benar-benar berjalan optimal, tepat waktu, mudah dijangkau, serta mampu menjadi pilihan utama masyarakat. Sebab, keberhasilan transportasi publik bukan hanya diukur dari seremoni peresmian, melainkan dari manfaat nyata yang dirasakan penumpang setiap hari.
Dengan beroperasinya Trans Jatim Koridor II, masyarakat kini memiliki alternatif perjalanan yang lebih terjangkau antara Kota Malang dan Kabupaten Malang. Sinergi pemerintah provinsi dan daerah diharapkan tidak berhenti pada peluncuran, tetapi terus berlanjut melalui evaluasi dan peningkatan kualitas pelayanan demi transportasi publik yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.
( Black / EM )
