Ratusan Siswa Diduga Keracunan MBG, Pemerintah Diminta Evaluasi Total Sistem SPPG

Peristiwa | 13-May-2026 11:58 WIB | Dilihat : 25 Kali

Wartawan : Redaksi
Editor : Redaksi
Ratusan Siswa Diduga Keracunan MBG, Pemerintah Diminta Evaluasi Total Sistem SPPG Ratusan Siswa Diduga Keracunan MBG, Pemerintah Diminta Evaluasi Total Sistem SPPG / Redaksi (13-May-2026)

Surabaya | giripos.com — Dugaan kasus keracunan massal usai pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kawasan Tembok Dukuh, Surabaya, menuai sorotan luas. Sedikitnya 200 siswa dari 12 sekolah dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, pusing, dan lemas setelah mengonsumsi program tersebut pada Senin (11/5/2026).

Sejumlah siswa harus mendapatkan penanganan medis di puskesmas hingga dirujuk ke rumah sakit. Peristiwa ini langsung memicu orang tua dan masyarakat, mengingat program MBG sebenarnya bertujuan meningkatkan gizi dan kesehatan anak sekolah.

Salah satu siswa yang masih menjalani perawatan di RS Ibu dan Anak IBI Surabaya mengaku mulai merasakan gejala tak lama setelah menyantap makanan dari sekolah.

"Awalnya hanya mual, lalu muntah terus sampai badan lemas sekali. Banyak teman saya juga mengalami hal yang sama," ungkapnya di ruang perawatan.

Untuk orang tua menyayangkan kejadian tersebut. Mereka menilai program yang seharusnya membawa manfaat justru menimbulkan kekhawatiran dan trauma.

“Kami titipkan anak untuk belajar, bukan untuk dirawat di rumah sakit. Ini harus diusut tuntas,” tegas salah satu wali murid.

Pemerintah Turun Tangan

Peristiwa yang sempat viral di media sosial itu mendapat perhatian pemerintah pusat. Pada Rabu (13/5/2026), pejabat terkait turun langsung menjenguk korban di rumah sakit dan meninjau kondisi di lapangan.

Dalam kunjungan tersebut, Sistem Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi sorotan. Salah satu catatan yang mengemuka adalah dugaan satu dapur layanan menangani hingga 12 sekolah sekaligus.

Hal ini dinilai perlu dievaluasi secara menyeluruh agar tidak membebani proses distribusi dan pengawasan kualitas makanan.

“Harus ada peninjauan ulang terhadap sistem SPPG, terutama terkait kapasitas dan pengawasannya,” ujar salah satu pejabat yang hadir.

Desakan Evaluasi Menyeluruh

Insiden ini diukur bukan sekedar persoalan teknis distribusi makanan, tetapi juga mencakup standar kebersihan, pengolahan, dan pengawasan pangan.

Masyarakat mendesak agar pemerintah daerah bersama instansi terkait segera mengungkap penyebab pasti dugaan keracunan serta melakukan evaluasi total terhadap pelaksanaan program MBG, khususnya di kota-kota besar.

Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait masih melakukan pendalaman dan investigasi untuk memastikan sumber masalah serta langkah penanganan selanjutnya. 

Rangga

Related Articles