Terkait Adanya Hearing Koalisi Cabor, Begini Respon Ketua KONI Kota Blitar Terpilih

Sport | 08-Jun-2026 04:15 WIB | Dilihat : 31 Kali

Wartawan : Arif Bli
Editor : Arif Bli
Terkait Adanya Hearing Koalisi Cabor, Begini Respon Ketua KONI Kota Blitar Terpilih Foto : Ketua KONI Kota Blitar, Samanhudi Anwar. (giripos)

BLITAR || Giripos.com – Menanggapi hearing yang dilakukan Koalisi Cabang Olahraga (Cabor) Kota Blitar, Ketua KONI Kota Blitar, Samanhudi Anwar, menegaskan bahwa penyampaian aspirasi merupakan hak setiap warga negara yang dijamin oleh undang-undang.

Namun, menurutnya, hal itu tidak tepat jika membawa-bawa nama atlet maupun cabang olahraga tanpa dukungan resmi dari organisasi yang bersangkutan.

"Terkait kumpulan masyarakat tadi itu hak mereka. Tetapi yang penting jangan membawa-bawa nama atlet atau cabor. Kalau itu mengatasnamakan cabor, harus ada lembaga resminya. Dari yang saya lihat, kelihatannya hanya satu cabor saja," ujar Samanhudi. Senin (8/6/2026)

Ia juga menyoroti materi tuntutan yang disampaikan dalam hearing tersebut. Menurutnya, bahasa yang digunakan lebih mencerminkan penyusunan oleh pihak yang memahami aspek hukum dan aksi demonstrasi daripada berasal dari atlet maupun pengurus cabang olahraga.

"Kalau melihat tuntutannya, rasanya tidak mungkin itu disusun atlet atau pengurus cabor. Saya ini mantan aktivis demonstrasi, jadi saya paham. Yang terpenting sekarang bagaimana menciptakan stabilitas organisasi olahraga agar berjalan dengan baik," katanya.

Samanhudi mengaku telah berkomunikasi dengan sejumlah pengurus cabang olahraga dan memastikan tidak ada keterlibatan mereka dalam aksi tersebut.

"Kenyataannya, beberapa cabor yang saya hubungi tidak ada yang ikut. Atlet-atlet yang kemarin kami kirim ke Surabaya dan berhasil meraih banyak medali emas juga tidak ada yang terlibat. Jadi kasihan cabor kalau terus dibawa-bawa dalam persoalan seperti ini," tegasnya.

Ia meminta semua pihak tidak menjadikan olahraga sebagai panggung kepentingan tertentu maupun menggiring opini yang tidak sesuai fakta.

"Jangan digoreng-goreng yang tidak benar. Yang penting sekarang bagaimana memajukan olahraga dan masyarakat Kota Blitar. Prestasi yang diraih atlet-atlet kita selama ini merupakan bukti bahwa pembinaan tetap berjalan," imbuhnya.

Terkait harapan terhadap masa depan olahraga Kota Blitar, Samanhudi optimistis prestasi olahraga daerah dapat kembali meningkat. Ia menargetkan Kota Blitar kembali masuk jajaran 10 besar dalam ajang olahraga tingkat provinsi.

"Saya ingin mengembalikan citra olahraga Kota Blitar. Apalagi setelah hasil Porprov kemarin kurang memuaskan. Target kita masuk 10 besar dan saya yakin bisa karena potensi atlet di Kota Blitar sangat mumpuni," ujarnya.

Menurutnya, sinergi antara KONI, dan pemerintah daerah, dan Dinas terkait menjadi kunci untuk mendorong peningkatan prestasi olahraga.

"Kalau tiga pilar ini berjalan bersama, saya yakin olahraga Kota Blitar akan maju. Apalagi dengan dukungan pemerintah daerah yang kuat dan pengurus yang memang pelaku olahraga," katanya.

Menanggapi wacana yang terus digaungkan terkait penyaluran anggaran langsung kepada cabang olahraga, Samanhudi menegaskan bahwa kewenangan tersebut berada di tangan pemerintah.

Namun ia mengingatkan bahwa KONI memiliki peran penting dalam koordinasi dan pelaksanaan pembinaan olahraga.

"Perlu diingat bahwa ajang seperti Porprov itu yang mengoordinasikan KONI. Kalau KONI tidak mendapatkan dukungan anggaran, bagaimana proses pemberangkatan dan koordinasi cabor bisa berjalan? Nanti justru akan menimbulkan persoalan baru," jelasnya.

Ia menambahkan, apabila terdapat dugaan kesalahan dalam pengelolaan organisasi maupun anggaran, maka mekanisme hukum dan kelembagaan yang berlaku harus dihormati.

"Kalau memang ada kesalahan, biarkan mekanisme yang berjalan. Karena ini bukan persoalan perorangan, tetapi menyangkut lembaga. Yang penting saat ini sistem yang sudah berjalan baik perlu dipertahankan dan diperkuat," pungkasnya. (re)

Related Articles