Diduga Oknum Kades Gading Selingkuh, Mantan Istri Siri Bongkar Bukti Foto Saat Ngamar Di Hotel

Pemerintahan | 06-Apr-2026 07:49 WIB | Dilihat : 471 Kali

Wartawan : Arif Bli
Editor : Arif Bli
Diduga Oknum Kades Gading Selingkuh, Mantan Istri Siri Bongkar Bukti Foto Saat Ngamar Di Hotel Foto Ilustrasi

MALANG | GIRIPOS.com – Aroma skandal moral kembali mencoreng wajah pemerintahan desa. Oknum Kepala Desa (Kades) Gading, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, berinisial WT, diterpa dugaan perselingkuhan dengan wanita lain yang tak lain adalah tetangganya sendiri.

Ironisnya, dugaan ini mencuat di tengah status WT yang telah memiliki istri sah, bahkan disebut juga memiliki hubungan pernikahan siri. Namun, hal itu tak menghentikan isu miring yang kini berkembang liar di tengah masyarakat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, hubungan terlarang antara WT dan perempuan berinisial EV diduga telah berlangsung lama, bahkan disebut-sebut mencapai sekitar lima tahun.

Ledakan isu ini bermula dari pengakuan mantan istri WT, berinisial NRJ, yang mengklaim menemukan bukti digital berupa percakapan hingga konten pribadi.

“Saya buka handphone-nya, karena emailnya terhubung dengan saya. Data yang sudah dihapus saya pulihkan, dan di situ muncul foto, video, serta chat mereka,” ungkap NRJ, Senin (6/4/2026).

Tak berhenti di situ, NRJ juga membeberkan dugaan aktivitas pertemuan di sejumlah hotel yang disebut berlangsung berulang kali.

“Kalau dihitung, sudah puluhan kali. Dalam setahun bisa sampai 58 kali. Hotelnya macam-macam, ada TR, MM, PJR, dan lainnya,” bebernya.

Jika dugaan ini benar, publik tentu patut mempertanyakan integritas dan moralitas seorang kepala desa yang seharusnya menjadi panutan, bukan justru terseret isu perselingkuhan berkepanjangan.

Namun demikian, WT membantah tegas seluruh tudingan tersebut. Ia justru mengklaim bahwa ponsel miliknya sempat dicuri, sehingga data yang beredar diragukan keabsahannya.

“Tidak benar itu, mas. HP saya dicuri. Nanti saja kita ketemu, saya masih ada acara,” ujarnya singkat.

Pernyataan tersebut justru memunculkan pertanyaan baru. Pasalnya, hingga kini belum ada penjelasan detail maupun laporan resmi terkait dugaan pencurian ponsel yang dimaksud.

Di sisi lain, masyarakat kini menanti kejelasan dan transparansi. Skandal ini tak hanya menyangkut ranah pribadi, tetapi juga menyentuh etika pejabat publik yang memegang amanah warga.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak terkait. Namun satu hal pasti, isu ini sudah telanjur mengguncang kepercayaan publik.

Redaksi GIRIPOS.com menyatakan membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan ini, guna menjaga keberimbangan informasi sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik.

( BLack )

Related Articles