Dugaan Praktik “Atensi” di Sekolah, Capdin Dinas Pendidikan Pasuruan publik Meminta Klarifikasi"
Peristiwa | 12-Jun-2026 11:11 WIB | Dilihat : 88 Kali
Dugaan Praktik “Atensi” di Sekolah, Capdin Dinas Pendidikan Pasuruan publik Meminta Klarifikasi" / Redaksi (12-Jun-2026)
Pasuruan | Giripos.com - Dunia pendidikan kembali tercoreng. Aroma tak sedap mencuat dari lingkungan SMKN negeri 1 kota Pasuruan setelah muncul dugaan adanya praktik pemberian “atensi” rutin kepada oknum LSM dan wartawan setiap bulan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, praktik tersebut diduga berlangsung secara berkala dan terstruktur. Istilah “atensi” yang digunakan pun memantik tanda tanya besar: apakah ini bentuk kemitraan yang sah, atau justru pola terselubung untuk meredam kritik dan pengawasan publik?
Lebih jauh, beredar pula dugaan adanya aliran dana yang dilakukan melalui tatap muka yang disebut-sebut mengarah ke oknum wartawan sajah yang sudah kenal bisah diberikan pegantian bensin ( BBm) Sejumlah pihak mengklaim telah mengantongi bukti transaksi tersebut.
Awak media mencobak konfirmasi langsung ke humas SMKN negeri 1 inisial Gu kota Pasuruan pada hari jum'at siang 12-06-2026, Serta mengeritik terkait ada berapa hewan korban yang di sembelih dibulan Idhul adha kemarin oleh pihak sekolahan."
Dan disinggung terkait bulan kemarin tim media untuk mencarik informasi tentang kegiatan di SMKN negeri untuk di publikasikan agar masyarakat kota Pasuruan tahu di sekolahan tidak ada unsur pungli dan sering mendapat prestasi tetapi tim tidak mendapatkan pemberitaan dari pihak sekolahan dan memintak ijin mengundurkan diri dibulan kemarin.
Salah satu tim mencobak komunikasi melui chat wha kepada humas.ijin pk tadi tidak ada ganti untuk BBM ta saya,'ucap rekan dengen sembunyi menghubungi
Bulan depan saja saya dobeli gee ingatkan saya takut lupa tapi sendiri pean datang ke sekolahan SMKN negeri 1 Pasuruan kota .Ucap humas sewaktu di hubungi
Inisial Gu menerangkan dengan gemblang Untuk tahun kemarin pihak sekolahan sembelih hewan sapi sekitar lima ekor untuk tahun ini hanya tiga ekor sapi untuk Idhul Adha tahun sekarang agak menurun mas saudara Dili tidak keseni kalau saya menerima media baru nantik besuk datang lagi yang baru.ungkap inisial Gu selaku humas smkn negeri 1.
Publik mempertanyakan: dari mana sumber anggaran itu berasal untuk memberikan oknum yang tidak bertanggung jawap Jika benar menggunakan dana sekolah, maka harus dijelaskan secara terbuka—apakah tercatat dalam rencana anggaran resmi, atau justru mengalir tanpa mekanisme yang bisa dipertanggungjawabkan?
Dalam regulasi yang berlaku, dana pendidikan—terutama yang bersumber dari pemerintah—wajib digunakan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Penggunaan di luar peruntukan, apalagi tanpa dasar hukum yang jelas, berpotensi masuk dalam kategori pelanggaran serius.
Sejumlah pengamat menilai, jika praktik “atensi” ini terbukti, maka ini bukan sekadar pelanggaran administratif, tetapi bentuk nyata degradasi moral dalam dunia pendidikan. Sekolah yang seharusnya menjadi contoh yang bagus sewaktu ada wartawan datang untuk mecarik pemberitaan pecintraan ini malah memberikan contoh buruk tata kelola pendidikan dengan tenang pilih antara wartawan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepala sekolah belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan.
Redaksi membuka ruang keterbukaan terkait penjelasan tentang dugaan ada atensi perbulan ke pihak oknum wartawan publik butuh untuk menjelaskan fakta yang sebenarnya. Sebab dalam dunia pendidikan, yang dipertaruhkan bukan hanya anggaran—tetapi juga kepercayaa serta akkan meluruk ke UPT dinas pendidikan provinsi kacapdin untuk berita berikut nya.( Ag)
