Diduga Pemerintah Kota Pasuruan Tutup Mata Atas Jeritan Jeripayah Atlet Ayi Suhaya Berdeli Jangan Pengecut Sok Tuli.
Daerah | 03-Mar-2026 10:56 WIB | Dilihat : 61 Kali
Diduga Pemerintah Kota Pasuruan Tutup Mata Atas Jeritan Jeripayah Atlet Ayi Suhaya Berdeli Jangan Pengecut Sok Tuli. / Redaksi (03-Mar-2026)
Pasuruan, Giripos Com-Aksi damai demo yang di gelar didepan kantor wali kota pasuruan masah memintak keadilan dan mengembalikan hak jerih upayah semua atlit selama satu tahun untuk membawah nama kota Pasuruan menjadi harum.
Jeritan puluhan atlit di kota Pasuruan kini menjadi sorotan publik dengan usaha selama satu tahun perwakilan asisten pelatih atlet saudara Wahyu mengupayakan tim nya untuk menjadi no satu di Jajang Jawa timur berunjuk dengan janji tidak prefisional,
"Saya selaku Asisten pelatih atlet berupayah membantu pelatih utama dalam membuat rencana latihan yang sesuai dengan kebutuhan teman teman serta mengawasi latihan keras sampai rekan kita mendapatkan cedera ringan mesih sajah tetap semangat untuk berlatih demi membawah nama kota Pasuruan terkenal di internasional tetapi masih di Jajang Jatim sudah begini apakah pemerintah tidak malu dengan kota lain atau daerah sebelah yang mendukung penuh anak didik nya untuk maju demi membawah nama kota lebih dikenal serta harum di dunia atlet
Saya memintak kembalikan hak kami yang berupaya untuk mendapatkan pendali perak atau peruguh emas selama latihan satu tahun jangan kecewakan kami dengan janji palsu demi keuntungan sendiri hargailah jeritan kami sebagai atlet yang akan membawah nama kota Pasuruan lebih maju Ungkap Wahyu dengan nada kecewa kepada pemerintahan kota Pasuruan.
Ketua aktivis lira juga GM-FKPPI sangat kecewa dengan pemerintah kota Pasuruan demi membela keluhan atlet yang didolimi menggelar aksi unjuk rasa didepan kantor pemerintah walikota pasuruan,Saya menduga dengan ada nya bonus atlet yang tidak sesuai dengan janjinya untuk menuntut pencairan bonus,saya juga mendesak aparat penegak hukum, termasuk KPK, untuk turun tangan melakukan penyelidikan jika ditemukan adanya dugaan praktik "kongkalikong" atau penyelewengan anggaran di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Pasuruan secara tuntas.Ucap Ayi suhaya
Lanjut ketua dia juga menyinggung terkait anggaran yang diduga jadi panggung sandiwara karena wali kota Pasuruan dan sekda tidak menemui masyarakat dalam aksi damai unjuk rasa pada hari Senin 2/03/2026 .dalam delih nya janganlah jadi pengecut temui masyarakat untuk menuntut keadilan bagi atlet dikota Pasuruan Ketidakhadiran pimpinan daerah ini semakin memicu amarah massa yang melabeli pimpinan kota sebagai sosok yang enggan menghadapi aspirasi rakyatnya sendiri.Pungkas,Ayi suhaya(Ag/Dre)
