Janji PT.Semen Imasco di Sorot "Dari Nyawa yang Dipertanyakan hingga Tuntutan Keadilan untuk Warga”

Peristiwa | 29-Apr-2026 11:11 WIB | Dilihat : 10 Kali

Wartawan : Redaksi
Editor : Redaksi
Janji PT.Semen Imasco di Sorot "Dari Nyawa yang Dipertanyakan hingga Tuntutan Keadilan untuk Warga” Janji PT.Semen Imasco di Sorot "Dari Nyawa yang Dipertanyakan hingga Tuntutan Keadilan untuk Warga” / Redaksi (29-Apr-2026)

Jember | giripos.com — Ratusan warga yang tergabung dalam gerakan Jember Selatan Bersatu menggelar konsolidasi bertajuk “Memahami Bersama, Mencari Solusi” di Jalan Sadengan, Puger, Kabupaten Jember, Minggu (26/04/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang temu berbagai elemen masyarakat yang selama ini mengaku terdampak aktivitas perusahaan IMASCO. Hadir dalam forum tersebut Ketua MAKI Jawa Timur Heru Satriyo serta Ketua LSM Laskar Jahanam Dwi Agus Budianto, yang turut menguatkan desakan warga agar persoalan tidak lagi diabaikan.

Dalam forum terbuka itu, suara warga terdengar lantang. Salah satu perwakilan masyarakat menyampaikan kekecewaan terhadap IMASCO yang dinilai belum menepati berbagai janji kepada warga terdampak. Ia menyebut, dalam radius sekitar dua kilometer dari area perusahaan, telah terjadi sejumlah kecelakaan yang merenggut korban jiwa.
“Janji banyak, tapi realisasinya minim. Kecelakaan terus terjadi. Bahkan hari ini ada warga meninggal dunia akibat terlindas kontainer yang diduga terkait aktivitas perusahaan. Kami menuntut keadilan,” Ujarnya

Sorotan tajam juga mengarah pada nilai santunan yang dinilai tidak layak.

“Nyawa manusia hanya dihargai Rp10 juta. Ini sangat melukai rasa keadilan kami,” tambahnya.
Ketua MAKI Jatim, Heru Satriyo, menegaskan pihaknya akan mengawal persoalan ini secara serius. Ia menyebut kasus ini bukan sekadar soal santunan, tetapi menyangkut tanggung jawab hukum dan moral perusahaan.
“Ini menyangkut nyawa manusia. Ada indikasi kelalaian yang harus diusut. 

Kami akan mendorong audit menyeluruh terhadap operasional IMASCO dan membuka jalur hukum jika ditemukan pelanggaran,” tegasnya

Heru juga mengungkapkan adanya perubahan mekanisme penyaluran CSR yang ke depan akan diberikan langsung kepada paguyuban desa terdampak, bukan melalui kepala desa.

“IMASCO mengakui penyaluran sebelumnya tidak tepat sasaran,” ungkapnya

Selain itu, MAKI Jatim berencana membentuk tim khusus untuk mengkaji dampak lingkungan yang ditimbulkan perusahaan, termasuk dugaan pengaruh abu terhadap tanaman tembakau serta potensi pencemaran laut.

“Kami akan libatkan tim ahli untuk memastikan dampak lingkungan secara ilmiah,” jelasnya

Kritik juga disampaikan terkait penyaluran bantuan pendidikan yang dinilai kurang tepat.

“Kenapa bantuan ke sekolah yang sudah punya Dana BOS? Sementara masih ada anak yang tidak sekolah karena keterbatasan biaya,” Ujar Heru.

Dalam pernyataannya, Heru juga menyebut akan membawa persoalan ini ke ranah hukum, termasuk dugaan keterlibatan aparatur desa.

“Laporan akan segera kami ajukan, dan kami dorong agar segera ditindaklanjuti,” tegasnya.
Dari sisi masyarakat, isu ketenagakerjaan turut menjadi perhatian. Warga menilai keterlibatan tenaga kerja lokal masih minim.
“Katanya ada ratusan warga bekerja, tapi kenyataannya banyak putra daerah masih menganggur. 

Kehadiran perusahaan seharusnya membawa manfaat nyata,” Ujar salah satu warga.

Suasana forum semakin menguat saat orasi Ketua LSM Laskar Jahanam, Dwi Agus Budianto, yang mengajak masyarakat untuk tetap solid.
“Kita harus bersatu. Tidak ada lagi perbedaan. Kita satu suara menuntut keadilan,” serunya, disambut antusias massa.

Ia menegaskan bahwa perjuangan ini merupakan akumulasi dari berbagai persoalan yang telah lama dirasakan masyarakat.
“Kekuatan ada pada persatuan. Jika ingin perubahan, kita harus bergerak bersama,” tambahnya.

Konsolidasi ini menjadi penanda bahwa gerakan warga Jember Selatan kini semakin solid, menyuarakan tuntutan yang sama: keadilan, transparansi, serta tanggung jawab nyata atas dampak yang mereka alami. (Angga)

Related Articles