Razia Miras Polsek Pakisaji dan TNI, 11 Pemuda Diamankan! Botol Bekas Arak Satu Karung Ditemukan di Depan Pabrik

Hukum | 08-Nov-2026 01:23 WIB | Dilihat : 64 Kali

Wartawan : Black
Editor : Black
Razia Miras Polsek Pakisaji dan TNI, 11 Pemuda Diamankan! Botol Bekas Arak Satu Karung Ditemukan di Depan Pabrik Foto : Petugas menemukan sekitar 11 pemuda beserta barang bukti satu karung botol bekas minuman keras jenis arak didepan kantor security PT Pangan Agro Lestari ( Black GP)

MALANG || GIRIPOS.com – Razia minuman keras (miras) yang digelar Polsek Pakisaji bersama anggota TNI Koramil Pakisaji, Sabtu (7/11/2026) sekitar pukul 23.00 WIB, mengungkap sejumlah aktivitas yang meresahkan di wilayah Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang.

Petugas menyisir sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat peredaran dan konsumsi miras. Salah satu sasaran razia adalah Kafe Arema, di selatan Pabrik Rokok Penamas.

Dalam perjalanan menuju lokasi berikutnya, petugas mendapati seorang perempuan dan laki-laki berteriak-teriak dalam kondisi diduga mabuk. Keduanya disinyalir terlibat pertengkaran, sementara kondisi pakaian perempuan tersebut disebut tidak pantas.

Razia berlanjut hingga kawasan depan PT Pangan Agro Lestari, Jalan Raya Kebonagung, RT 56 RW 11, Pakisaji. Di lokasi itu, petugas menemukan sekitar 11 pemuda beserta barang bukti satu karung botol bekas minuman keras jenis arak.

Salah satu pemuda yang diamankan mengaku membeli arak di kawasan Lemah Duwur, Kecamatan Wagir. “Belinya di Lemah Duwur Wagir, namanya yang jual saya tidak tahu, tempatnya bedak perumahan,” ungkapnya kepada awak media.

Pengakuan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai asal-usul arak yang dikonsumsi para pemuda, sekaligus potensi peredaran miras di wilayah Kabupaten Malang.

Ironisnya, seorang petugas keamanan PT Pangan Agro Lestari berinisial SF mengaku tidak mengetahui aktivitas para pemuda tersebut. Padahal, lokasi mereka berkumpul berada tepat di depan kantor keamanan pabrik.

Warga setempat menyebut kawasan tersebut minim penerangan dan kerap menjadi tempat berkumpulnya para pemuda. Bahkan, sejumlah kafe remang-remang di sebelah utara Bulog juga disebut menjadi lokasi yang sering digunakan untuk berkumpul.

Warga mengapresiasi langkah aparat kepolisian dan TNI serta berharap razia serupa terus dilakukan. “Alhamdulillah ada razia dari pihak kepolisian. Semoga penyakit masyarakat seperti ini bisa hilang,” harapnya.

Razia ini menjadi pengingat bahwa pengawasan terhadap peredaran miras tidak cukup berhenti pada pengguna. Asal-usul pemasok, jalur distribusi, serta lokasi yang diduga menjadi tempat konsumsi miras juga perlu ditelusuri agar penindakan tidak sekadar menjadi kegiatan sesaat.

( BLack )

Related Articles