Tragedi di Waterplace Residence Surabaya: Pekerja Sealant Tewas Diterjang Hujan Badai, Satu Rekan Luka-Luka

Peristiwa | 03-Mar-2026 12:17 WIB | Dilihat : 24 Kali

Wartawan : Redaksi
Editor : Redaksi
Tragedi di Waterplace Residence Surabaya: Pekerja Sealant Tewas Diterjang Hujan Badai, Satu Rekan Luka-Luka Tragedi di Waterplace Residence Surabaya: Pekerja Sealant Tewas Diterjang Hujan Badai, Satu Rekan Luka-Luka / Redaksi (03-Mar-2026)

Surabaya, giripos.com – Kecelakaan kerja tragis terjadi di kawasan apartemen Waterplace Residence, Jalan Pakuwon Indah, Surabaya Barat, Senin (2/3/2025) siang. Dua pekerja teknisi sealant yang tengah melakukan perbaikan di bagian luar gedung terombang-ambing akibat hujan deras disertai angin kencang. Satu orang dilaporkan meninggal dunia, sementara satu lainnya mengalami luka-luka.

Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, kedua teknisi tengah melakukan pekerjaan sealant atau pelapisan celah dinding luar gedung menggunakan dua gondola yang tergantung di sisi apartemen. Namun, kondisi cuaca yang mendadak memburuk menjadi petaka.

Hujan deras yang turun secara tiba-tiba disertai angin kencang membuat gondola yang digunakan para pekerja tersapu angin dan terombang-ambing di ketinggian. Situasi tersebut menyebabkan kedua pekerja kehilangan keseimbangan dan mengalami insiden serius.

Building Manager Waterplace Residence, Melly Muryana, membenarkan kejadian tersebut. Awalnya, pihak manajemen menyampaikan bahwa kedua pekerja dalam kondisi sadar setelah kejadian. Namun, perkembangan terbaru menyebutkan bahwa satu korban tidak dapat diselamatkan.

“Betul. Setelah dievakuasi, satu orang dinyatakan meninggal dunia,” ujar Melly saat dikonfirmasi Radio Suara Surabaya, Senin sore.

Berdasarkan laporan kepolisian yang diteruskan oleh Command Center Kota Surabaya, korban meninggal dunia diketahui berinisial ES, seorang pria yang bekerja sebagai teknisi sealant. Sementara rekannya, pria berinisial RB, mengalami luka-luka dan segera mendapatkan penanganan medis.

Petugas dari Polsek Lakarsantri bersama jajaran kepolisian setempat langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Kapolsek Lakarsantri, Imam Solikin, memimpin langsung penanganan awal di lapangan.

Pihak kepolisian menyatakan bahwa penyelidikan lebih lanjut akan dilakukan guna memastikan penyebab pasti kecelakaan serta menelusuri apakah terdapat unsur kelalaian atau faktor teknis dalam penggunaan alat keselamatan kerja.

Sementara itu, manajemen apartemen menyampaikan duka cita mendalam atas insiden tersebut dan memastikan akan bekerja sama dengan aparat berwenang untuk proses investigasi. Mereka juga menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional prosedur (SOP) pekerjaan di area gedung, khususnya terkait pekerjaan di ketinggian yang sangat bergantung pada kondisi cuaca.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya penerapan standar keselamatan kerja yang ketat, terutama bagi pekerja konstruksi dan perawatan gedung bertingkat tinggi. Faktor cuaca ekstrem seperti hujan deras dan angin kencang dapat menjadi risiko serius yang harus diantisipasi melalui pemantauan kondisi cuaca dan prosedur penghentian kerja saat situasi dinilai berbahaya.

Hingga berita ini diturunkan, korban meninggal dunia telah dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga, sementara korban luka masih menjalani perawatan intensif. Aparat kepolisian masih terus mengumpulkan keterangan saksi serta memeriksa kelengkapan alat keselamatan yang digunakan saat kejadian berlangsung.

Kejadian ini menambah daftar kecelakaan kerja di sektor properti dan konstruksi di Surabaya, sekaligus menjadi perhatian serius bagi seluruh pengelola gedung dan perusahaan jasa perawatan bangunan agar lebih mengutamakan keselamatan tenaga kerja di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

Related Articles